JERUJI DAN AKU

Di suatu masa ketika aku terbangun dari kesunyian yang mencengangkan, aku dikejutkan oleh teriakan – teriakan para penari di hutan itu. Nyanyiannya melenakan, tapi sekaligus membuatku merinding teramat sangat hingga aku tak mampu lagi merasakan kepekaan inderaku. Aku meraung-raung mencari secuil celah untuk berlari dari tempat mengerikan itu. Namun alih-alih menjauh, aku mendapati diriku semakin dekat dengan hutan kelam yang diiringi nyanyian petaka. Tubuhku gemetaran, keringat dingin menghujani sekujur tubuhku. Namun aku tak bisa mengelak. Inilah takdirku.

Dalam waktu yang nyaris secepat kilat aku pun memasuki zona yang membuat bulu kudukku berdiri. Aku tak tahan lagi, aku ingin pergi. Namun kakiku seolah tak lagi tunduk pada perintah otakku. Aku hanya bisa pasrah. Sosok-sosok manusia penghuni wilayah itu mulai tampak jelas di hadapanku. Wajah mereka sangat datar. Mereka adalah manusia dengan wajah paling datar yang pernah kutemui sepanjang umurku. Aku bergidik melihatnya, tapi kusembunyikan dengan senyum, menyimpan harapan mereka akan menyambutku dengan ramah. Namun mereka tak mengacuhkanku sama sekali. Aku seolah-olah tak terlihat oleh mereka. Tanpa memedulikanku, mereka terus menyanyikan lagu kegelapan, yang membuatku serasa tak lagi bernapas.

Aku terkurung di sini. Di hutan belantara yang aku tak tahu menahu tentangnya. Tempat ini membuatku tak bisa tidur berhari-hari. Aku terlunta-lunta di wilayah suram nan mengerikan tanpa manusia waras ini. Tak ada seorangpun yang rela memberikan secuil makanan saja padaku. Mereka semua sibuk dengan nyanyian hitam itu, memenuhi seantero hutan gelap ini dengan irama yang sesuai dengan kemisteriusannya.

Sudah hilang keinginanku untuk hengkang dari tempat jahanam ini. Karena aku tahu, tak akan mungkin bagi seorang manusia tak berdaya seperti aku menyusuri jurang-jurang pemisah hutan ini, di mana serigala raksasa berkeliaran mencari mangsa. Tak mungkin aku mendapati kakiku menuruti perintahku untuk keluar dari sini. Inilah tempatku. Suatu hari nanti aku juga akan menjadi pelantun nada-nada kelam penghias hutan kelabu ini. Mungkin, pekerjaan mengerikan itu akan membuatku serasa melayang ke surga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s